Tuesday, 5 February 2013


Geotekstil adalah struktur planar yang dihasilkan oleh jalinan dua atau lebih set elemen, seperti benang, serat, roving, atau filamen, di mana unsur-unsur melewati satu sama lain, biasanya anyaman dimulai dari sudut kanan, dan satu set elemen yang sejajar dengan kain sumbu. Geotekstil adalah kain permeabel yang, bila digunakan dalam hubungan dengan tanah, memiliki kemampuan untuk memisahkan, menyaring, memperkuat, melindungi, atau menguras. Biasanya terbuat dari polypropylene atau polyester, kain geotekstil datang dalam tiga bentuk dasar: anyaman, tekanan jarum (needle punched), atau terikat oleh panas (heat bonded).



Geosynthetics dan geofabrics adalah sebutan umum untuk bermacam-macam tekstil yang digunakan dalam geoteknik. Ada bermacam-macam sebutan untuk tekstil ini diantaranya yaitu: filter fabrics, synthetics fabrics, construction fabrics, membrane dan lain-lain.

Aplikasi

Geotekstil dan produk terkait memiliki banyak aplikasi dan saat ini mendukung aplikasi teknik sipil termasuk banyak jalan, lapangan terbang, kereta api, tanggul, struktur penahan, waduk, kanal, bendungan, pelindung tebing, rekayasa pesisir pantai dan pagar untuk lokasi pembangunan bertanah lanau. Biasanya geotekstil dipakai untuk mendapatkan tegangan permukaan untuk memperkuat tanah. Geotekstil juga digunakan pada pelindung gundukan pasir untuk melindungi properti/material pesisir pantai dan dataran tinggi dari gelombang badai, ombak maupun banjir.

Aplikasinya antara lain pada:
  • Konstruksi Jalan
  • Tanggul pada tanah lunak
  • Perkuatan lereng 
  • Reklamasi dan breakwater
  • Bendungan Bumi / tanah (earth fill & rock fill)
  • Infrastruktur irigasi
  • Konstruksi rel kereta api dan lapangan terbang 
  • Olahraga dan lapangan atletik
  • Geobags dan geotubes
  • Pagar silt 

Manfaat:

  • Kuat tarik tinggi
  • Pemanjangan/pengenduran rendah
  • Kinerja jangka panjang yang superior
  • Mudah untuk memasang
  • Mengurangi bahan isian
  • Biaya yang efektif
  • Ketahanan UV
  • Ketahanan kimia
  • Ketahanan mikro-organisme, jamur dan ketahanan tikus/hama.




Tipe Geotekstil

Yang termasuk tipe geotekstil adalah: 

A. Geotekstil yang ditenun (woven) 



merupakan gabungan dari dua set benang – benang parallel yang dijalin sistematis untuk membentuk struktur bidang. Terdapat dua macam tenunan dasar yaitu: 

  • Tenunan sederhana, yaitu tenunan yang paling sederhana dari pembuatan kain tenun, masing-masing dengan sebuah benang lungsin dan benang pakan, naik turun bergantian sambil saling menyilang. Tenunan ini memiliki kekuatan dan banyak dipergunakan.



  • Tenunan kepar, yaitu tenunan dimana benang pakan menyilang di bawah dan di atas benang lungsin, dapat dilihat pada gambar.



B. Geotekstil yang tidak ditenun (non woven)


Yaitu geotekstil yang pembuatannya tidak dengan ditenun, tetapi jaringan atau serat-serat pembentuknya diletakkan satu sama lain dengan diikat atau dengan bahan perekat. Ada beberapa cara produksi dari geotekstil non woven: 

  • Needle Punch Process (proses penjaruman). Yaitu geotekstil yang dihasilkan dari proses penjaruman, dibuat dari serat web yang diletakkan dalam mesin yang dilengkapi jarum-jarum yang dirancang khusus. Serat-serat web terletak diantara plat yang ditanam dan plat mesin pengupas, maka jarum akan menembus dan mengatur kembali arah serat, sehingga terjadi ikatan mekanik pada serat-serat tersebut. Hasilnya merupakan geotekstil dengan kepadatan tinggi.
  • Melt (heat) Bonded (proses ikatan leleh). Geotekstil ini terdiri dari filamen-filamen menerus atau serat yang panjang dan terikat. Pengikatan dicapai dengan operasi kalendering temperature tinggi dilakukan dengan melewatkan bahan tersebut diantara dua roller panas. 
  • Span Bonded Process (proses ikat pintal) 
  • Resin Bonding / Chemical Bonding Process (proses ikatan dengan benang perekat) 


C. Geotekstil yang dirajut (knitted) 



Geotekstil yang pembuatannya dari satu atau lebih benang yang membentuk serangkaian lubang-lubang yang saling berpegangan membentuk struktur bidang.



D. Geotekstil komposit 



Merupakan kombinasi antara tipe-tipe geotekstil yang sudah dikemukakan sebelumnya, dan biasanya didesain untuk mengerjakan fungsi khusus.

contoh kombinasi geotekstil dan geogrid:



0 comments:

Post a Comment