Monday, 7 January 2013


Insulasi bangunan memiliki ruang lingkup yang luas untuk setiap objek dalam sebuah bangunan. Insulasi digunakan sebagai isolasi (pembuat kedap) untuk tujuan apapun. Sebagian besar insulasi pada bangunan adalah untuk tujuan termal, istilah ini juga berlaku untuk insulasi akustik, insulasi api, dan insulasi dampak/impact (misalnya untuk getaran yang disebabkan oleh aplikasi industri). Seringkali suatu bahan insulasi dipilih karena kemampuannya untuk melakukan beberapa fungsi sekaligus



Isolasi bertindak sebagai penghalang untuk kehilangan panas dan mendapatkan panas, terutama di atap dan langit-langit, dinding dan lantai. Ini membantu untuk menjaga bangunan hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas.
Insulasi panas/termal pada bangunan merupakan faktor penting untuk mencapai kenyamanan termal untuk penghuninya. Insulasi mengurangi hilangnya panas yang tidak diinginkan atau bisa juga menambahkannya (panas). Insulasi dapat mengurangi kebutuhan energi dari sistem pemanas dan pendingin.  

 

Bahan/material insulasi tidak padat seperti bahan bangunan lainnya yang merupakan konduktor. Material ini memiliki jutaan kantong udara kecil di dalam serat atau gelembung dalam insulasi busa plastik. Serat dan gelembung kecil ini membantu untuk memperlambat proses transmisi panas.
 

Keuntungan

Insulasi membantu untuk:
  • Mengurangi penggunaan sistem pemanas dan pendingin 
  • Menghemat biaya
  • Meningkatkan kenyamanan penghuni  
  • Mengurangi kebisingan.  
  • Memperlambat dan mencegah kebocoran udara dan transmisi uap air. 
  • Membantu meningkatkan ketahanan bangunan terhadap api (fireproof).
 

Jenis Insulasi

Ada dua jenis utama insulasi:
 
  1. Insulasi Curah/Bulk (biasanya berupa gulungan atau papan) bertindak sebagai penghalang untuk aliran panas, menjaga panas yang tidak diinginkan dalam atau di luar rumah Anda. Hal ini dapat dibuat dari bahan-bahan seperti glass wool, poliester, wol atau kertas daur ulang.
  2. insulasi reflektif membantu menjaga kesejukan rumah Anda di musim panas dengan membelokkan radiasi panas. Ini biasanya diaplikasikan bersama aluminium foil yang dilaminasi ke kertas atau plastik dan tersedia dalam bentuk lembaran dan bantalan.  


    insulasi reflektif jauh lebih efektif dalam mengurangi perpindahan panas dibandingkan insulasi lainnya. Faktanya, insulasi reflektif dapat memblokir sebanyak 97% dari aliran radiasi panas. Insulasi biasa hanya memperlambat aliran panas turun, tapi tidak memblokirnya.
 Beberapa produk insulasi menggabungkan fitur dari insulasi baik curah/bulk dan reflektif.

Sebuah Alternatif - Selulosa

Selulosa, isolator nabati, adalah bentuk tertua dari isolasi rumah. Dahulu kala telah diproduksi dari serbuk gergaji jerami, kapas, rami, dan bahan tanaman lainnya dengan konduktivitas termal rendah. Di masa sekarang, material ini diproduksi dari koran daur ulang yang kemudian diproses dengan bahan kimia yang mengurangi potensi pembakaran nya. Selulosa harus diolah secara kimia untuk mengurangi sifat mudah terbakar, meskipun selalu memiliki potensi untuk tetap terbakar. Bahan kimia ini yang digunakan biasanya natrium borat, asam borat, atau amonium sulfat, umumnya dianggap aman untuk kontak manusia.

0 comments:

Post a Comment