Friday, 12 April 2013

Sistem Sumur Titik atau Wellpoint Adalah?



Pada pembangunan gedung bertingkat saat ini sering dibuat basement dengan berbagai alasan diantaranya menambah ruang dan alasan lain seperti bila dijumpai tanah lembek.Untuk melaksanakan pekerjaan basement maka penggalian tidak dapat dihindarkan dan bilamana muka air tanah cukup tinggi serta pada lapis yang tembus air, maka pemompaan harus dilakukan sebagai upaya untuk pengeringan lahan agar memungkinkan pelaksanaan konstruksi.Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi situasi ini ialah dengan menggunakan metode pengatusan dengan pemompaan yang dilakukan dengan sumur titik (well point system).



Wellpoints adalah sumur yang dasarnya dangkal, yang menawarkan metode ekonomi dan serbaguna dalam pengendalian air tanah. Sistem Wellpoint merupakan salah satu yang paling serbaguna dari metode pra-drainase yang dapat memompa beberapa galon air per menit. Proyek Dewatering menawarkan pekerjaan wellpoints yang memiliki keunggulan yang dikerjakan dengan relatif cepat dalam kondisi tanah apapun, dengan peralatan yang sama digunakan untuk proyek skala besar & kecil. 



Wellpoints terdiri dari tabung berdiameter kecil dengan slot di dekat bagian bawah yang dimasukkan ke dalam tanah dari mana air yang ditarik oleh sebuah vakum yang dihasilkan oleh pompa dewatering. Wellpoints biasanya dipasang di bagian pusat dalam garis sepanjang atau di sekitar tepi penggalian. Sebagaimana vakum yang terbatas, ketinggian air yang dapat ditarik adalah terbatas pada sekitar 6 meter.



Untuk bekerja di kedalaman lebih jauh, Wellpoints dapat diinstal secara bertahap, dengan yang pertama mengurangi tingkat air hingga lima meter, dan tahap kedua, dipasang di tingkat yang lebih rendah, menurunkan lebih lanjut. Umumnya wellpoints dianggap 'sekali pakai' yang terdiri dari dua elemen penting, wellpoints & pipa permukaan.



Wellpoints diinstal baik menggunakan metode 'pengaliran' konvensional, dimana memompa air pada tekanan tinggi (dipasok oleh pompa pengaliran & / atau tekanan udara ) melalui tabung baja yang ditempatkan secara seksama, ditangguhkan oleh ekskavator. Wellpoints dapat diinstal dengan menggunakan rig bor berongga kecil-putar atau batang. Pengeboran juga memiliki keuntungan dari waktu instalasi yang cepat dan dalam proyek-proyek air tanah di mana polutan tidak dapat hilang.



Biasanya lubang di setiap WellPoint ditempatkan dalam urutan 100mm dengan diameter 150mm. Jarak dan kedalaman dari lubang tergantung pada kondisi tanah dan persyaratan penarikan, tetapi biasanya adalah antara 1.0m dan 3.0m. Setelah terinstal, wellpoints individu digabungkan oleh suatu kontrol untuk  vakum header horisontal (kolektor) utama. Header utama pada gilirannya dihubungkan ke pompa vakum 100mm/150mm sentrifugal atau piston yang biasanya dapat menangani antara 25 sampai 60 wellpoints per pompa. Tanah yang dihasilkan ini kemudian dipompa sepanjang pipa untuk dibuang melalui tangki penyelesaian V-notch ke titik yang cocok.

Friday, 29 March 2013

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Marking Pada Konstruksi Gedung



Marking adalah salah satu item pekerjaan surveyor di lapangan yang seringkali dibutuhkan pada setiap pekerjaan struktur dan arsitektur, sebagai panduan dil apangan untuk memulai pekerjaan yaitu memplot gambar dan ukuran pasangan dinding unit dan gambar kerja ke lantai kerja. Dimaksimalkan agar setiap pekerjaan atau pemasangan sesuai dengan gambar kerja. Dalam bentuk desain, ukuran, penempatan ruang secara presisi bisa dicapai.

Peralatan Marking

  • Theodolit / waterpass 
  • Rambu 
  • Unting – unting 
  • Alat Tulis

Theodolite

Rambu

Langkah Kerja


  1. Siapkan kebersihan area lantai kerja dari debu, sampah dan air, usahakan agar tetap kering agar tinta sipatan bisa menempel sempurna di lantai dan tidak mudah hilang.
  2. Sebar As grid gedung dari silang koordinat central line di empat sudut gedung. Biasanya ditiap lantai telah disediakan saat pekerjaan struktur berupa sparing ukuran 20 cm x 20 cm untuk keperluan pemindahan as dari lantai ke lantai agar vertikality tetap terjaga. Langkah ini menggunakan theodolith. Tempatkan pula di as grid di kolom/shear wall. (Penentuan gridline disaksikan oleh direksi) 
  3. Setelah as grid tersebar dilantai barulah marking pasangan dinding unit dikerjakan, sebagai alatnya digunakan sipatan tinta dasar warna hitam. Garis sipatan dibuat untuk posisi pasangan Light break / plester / finísh dan pinjaman garis untuk mempermudah proses pengkuran selanjutnya juga garis  markingan dibuat didinding existing untuk menjaga vertikality saat pemasangan.
  4. Marking dimulai dari pembatas unit selanjutnya toilet dan ruangan lainnya.
  5. Secara teknis ukuran ruang diasumsikan dari as dinding untuk meminimalkan resiko kesalahan yang diakibatkan kekeliruan menghitung jarak ukuran sehingga berpengaruh pada space ruang tidak sesuai dengan gambar rencana.
Penentuan center line dinding

Penentuan dengan waterpass

Penentuan as opening pintu

Penentuan elevasi finish lantai


Langkah Akhir


  1. Setelah selesai dimarking pengecekan ulang / cross check kembali dilakukan guna meminimalisir kesalahan yang selalu ada selama proses pengukuran. Review pekerjaan tidak semata dilakukan survey tapi tetapi dibantu  oleh supervisor dan disaksikan oleh direksi.
  2. Beri identitas pada sipatan dengan spidol atau pilox agar setiap orang / tukang bisa mengerti, penandaan mencakup  central line pasangan dinding, kolom praktis, pinjaman dan elevasi. 



Sunday, 24 March 2013

Pengertian Perancah atau Scaffolding dan Jenisnya



Perancah (scaffolding) atau steger merupakan konstruksi pembantu pada pekerjaan bangunan gedung. Perancah dibuat apabila pekerjaan bangunan gedung sudah mencapai ketinggian 2 meter dan tidak dapat dijangkau oleh pekerja. Perancah adalah work platform sementara.


Perancah (scaffolding) adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya. Biasanya perancah berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun juga dapat menggunakan bahan-bahan lain. Di beberapa negara Asia seperti RRC dan Indonesia, bambu masih digunakan sebagai perancah.




Scaffolding sendiri terbuat dari pipa - pipa besi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mempunyai kekuatan untuk menopang beban yang ada di atasnya. Dalam pengerjaan suatu proyek, butuh atau tidaknya penggunaan scaffolding bisa tergantung kepada pemilik proyek. Karena adanya perbedaan antara biaya menggunakan bambu dan scaffolding. Scaffolding digunakan sebagai pengganti bambu dalam membangun suatu proyek. Keuntungan penggunaan scaffolding ini adalah penghematan biaya dan efisiensi waktu pemasangan scaffolding.

 Ada tiga type dasar :
  • Supported scaffolds, yaitu platform yang disangga oleh tiang, yang dilengkapi dengan pendukung lain seperti sambungan-sambungan, kaki-kaki, kerangka-kerangka dan outriggers
  • Suspended scaffolds, yaitu platform tergantung dengan tali atau lainnya
  • Aerial Lifts, penopang untuk mengangkat seperti “Man Baskets” atau keranjang manusia

Fungsi Perancah 

  • Sebagai tempat untuk bekerja yang aman bagi tukang / pekerja sehingga keselamatan kerja terjamin.
  • Sebagai pelindung bagi pekerja yang lain, seperti pekerja di bawah harus terlindung dari jatuhnya bahan atau alat. 

Jenis Perancah

1. Perancah Andang.
Perancah atau andang digunakan pada pekerjaan yang tingginya 2,5 – 3 m. Apabila pekerjaan lebih tinggi maka tidak digunakan andang lagi. Macam - macam perancah andang:
  • Perancah andang kayu cara membuatnya cepat dan dapat dipindah pindahkan. Untuk tinggi perancah tetap tidak dapat disetel. Biasanya pada pekerjaan yang tingginya tidak lebih dari 3 m, untuk pekerjaan lebih tinggi dari 3 m menggunakan perancah tiang. 

  • Perancah andang bambu dapat dipindah-pindah dan sebagai pengikatnya memakai tali ijuk, karena tali ijuk ini tahan terhadap air, panas dsb. Pada perancah andang bambu ini sudah disetel terlebih dahulu, sehingga tinggi dan panjangnya tidak dapat distel kembali. Biasanya andang bambu dapat dipakai pada ketinggian pekerjaan tidak lebih dari 3 m, mengenai kaki andang bambu ada yang pakai 2 atau 3 pasang.              


  • Perancah besi sangat praktis dan efisien karena pemasangannya mudah dan dapat dipindah-pindahkan.Tinggi perancah besi dapat disetel untuk jarak kaki perancah yang satu dengan yang lain hingga 180 cm dengan tebal papan 3cm.


2. Perancah Tiang.
Perancah tiang digunakan apabila pekerjaan sudah mencapai diatas 3 m, Perancah tiang bisa dibuat sampai 10 m lebih tergantung dari kebutuhan. Perancah tiang ada 3 macam:

a. Perancah tiang dari bambu. 

Pada umumnya perancah bambu banyak dipakai oleh pekerja di lapangan, baik pada bangunan bertingkat maupun tidak. Alasannya adalah:
  • Bambu mudah didapat, kuat, dan murah. 
  • Pemasangan perancah bambu mudah dibongkar dan dapat dipasang kembali tanpa merusak bambu. 
  • Bahan pengikatnya pakai tali ijuk.
b. Sistem perancah bambu dengan konsol dari besi.

Sistem perancah bambu dengan konsol besi hanya ditahan oleh satu tiang bambu saja, berbeda dengan perancah yang ditahan oleh beberapa tiang.  

Keuntungannya adalah sbb :
  • Tidak terlalu banyak bambu yang dibutuhkan,
  • Cara pemasangannya lebih cepat daripada perancah bambu,
  • Lebih praktis dan menghemat tempat.
  • Pemasangan konsol dapat dipindah dari tingkat 1 ketingkat diatasnya,
  • Untuk tiang bambu tidak perlu dipotong,
c. Perancah tiang besi atau pipa.

Pada perancah tiang dari besi atau pipa alat penyambungnya memakai kopling, untuk penyetelannya lebih cepat dibandingkan  perancah tiang bambu.

3. Perancah Besi Beroda


Perancah besi beroda ini terbuat dari pipa galvanis. Pada perancah besi beroda dapat dipasang di lapangan atau didalam ruangan. Fungsi rodanya  adalah untuk memindahkan perancah. Pada perancah besi beroda sedikit lain dari perancah yang ada, karena disini bagian-bagian dari tiangnya sudah berbentuk kusen, sehingga penyetelan / pemasangannya lebih mudah dan praktis. 

4. Perancah Besi tanpa Roda.

Perancah ini terdiri dari komponen-komponen; Kaki pipa berulir, kusen bangunan, penguat vertikal, tiang sandaran, sambungan pasak, papan panggung, panggung datar, Papan pengaman, tiang sandaran, penutup sandaran, konsol penyambung, penopang, konsol keluar, tiang sandaran tangga, pinggiran tangga, anak tangga, sandaran tangga, dan sandaran dobel.

5. Perancah Menggantung


Pada perancah menggantung digunakan pada pekerjaan pemasangan eternit, pekerjaan finishing pengecatan eternit, plat beton, dst. Jadi perancah menggantung digunakan pada pekerjaan bagian atas saja dan pelaksanaannya perancah digantungkan pada bagian atas bangunan dengan memakai tali atau rantai besi.  

6. Perancah Frame



Frame ini biasanya terbuat dari pipa atau tabung logam. Perancah ini dapat disusun sedemikian rupa menjadi satu kesatuan perancah yang tinggi untuk menopang pekerja dalam kegiatan konstruksi berlokasi tinggi.

7. Perancah Dolken


Merupakan perancah yang berbahan kayu dolken. Kayu bulat/ dolken Biasanya digunakan untuk tiang-tiang perancah dan ukuran yang biasanya digunakan adalah berdiameter 6 – 10 cm.


8. Two Point Adjustable Suspension Scaffold


9. Strip Board One Side Scaffold


10. Auxiliary Fixtures For Pipe Scaffolding

11. Bracket One Side Scaffold



12. Independent Scaffold

  • Suatu perancah dengan dua baris standar jarak 1.2m
  • Mempunyai daya dukung sendiri
  • Satu baris mendukung bagian luar dan bagian dalam dari deck dengan jarak 1.2m hingga 2.4m
  • Balok lintang tidak dipasang ke dinding dari gedung
  • Tetapi tidak berdiri sendiri, ini ditopang oleh struktur gedung
  • Independent scaffold memerlukan ties untuk stabilitas lateral.
  • Tanpa beban vertikal yang dialihkan pada gedung.
  • Pasangan standards yang dihubungkan dengan gedung 
  • sejajar horizontal dengan horizontal tubes called ledgers.
  • Ledgers berjarak vertikal pada the working height of 2m.
  • Bagian dalam dan luar dari standar (tiang) dihubungkan dengan dengan transoms.
  • Transoms umumnya dihubungkan dengan dengan standar di atas ledgers.
  • Transoms dapat berjarak dari tiang 250mm untuk menyesuaikan panjang papan.


13. Birdcage Scaffold


  • Terdiri dari dua baris tiang yang semuanya dihubungkan dengan Ledgers, Transoms and Braces
  • Biasanya digunakan pada pemasangan plafon dan pengecatan.
  • Hand rail and toe boards dipasang di bagian luar dari perimeter dari  scaffold platform
14. Access Tower Scaffold



  • Scaffold yang hanya digunakan untuk access.
  • Digunakan untuk menimbun material atau peralatan tidak diperbolehkan.
  • Dibangun dengan pipa-pipa dan fittings atau berupa modul-modul A-Frames.
  • Terutama digunakan untuk safe access to elevated areas.
  • Access menggunakan tangga atau papan-papan 
  • Aluminium steps setiap level.
  • Tidak diperuntukkan sebagai papan kerja.
  • Tergantug dari tingginya access tower umumnya ringan dan digunakan untuk medium duty.
  • Bila lebih dari 15m harus diperhitungkan dan di setujui penanggung jawab.
  • Handrail, mid-rails and kick boards harus dipasang pada setiap level.
  • Tower harus dikencangkan (secured) dengan gedung atau structure setiap dua lift.
  • Tower tidak dapat berdiri sendiri.
  • Pembebanan peralatan or materials menggunakan tower ini tidak praktis.
  • Ladders harus bersandar pada sudut 1-4 lean, not vertical
  • Ladders harus dikencangkan pada top and bottom.
15.  Cantilever Scaffold




  • Cantilever scaffold ditopangkan atau disangga pada salah satu ujungnya
  • Cantilever scaffold umumnya dibangun dengan pipa (tubular) dan fittings, tetapi sistem lain dari scaffod dapat digunakan juga.
16. Putlog Scaffold



  • Ditumpu oleh jajaran tiang sebelah dan yang sebelah ditopang oleh gedung, berbeda dari independent scaffold.
  • Jajaran tiang berjarak from 1.5 to 2.1m apart. 
  • Scaffold didirikan 1.2 m dari dinding structure
  • Ledgers dipasang pada tiang
  • Ketinggian Lift 1.8 to 2m.
  • Putlog tubes dipasang (ditempelkan) pada tiang.
  • Panjang pipa (Transoms) 1.5m
17. Suspended Scaffold


  • Suspended scaffold ditopang dari atas
  • Tidak ada penyangga dari bawah
  • Digunakan pada bukaan yang tinggi
  • Panjang suspended scaffold tidak boleh lebih dari 6m
  • Semua suspended tubes perlu selalu diperiksa safety fittings
  • Digunakan terutama pada tempat di atas air dimana scaffolding tidak dapat dibangunan di atas tanah
18. Mobile Scaffold


  • Mobile work platform digunakan pekerjaan yang pindah dari satu tempat ke tempat lain
  • Alasnya harus 2 kali lipat tingginya untuk  yang lebih tinggi lebih dari 3 m
  • Tiang-tiangnya dipasang dengan roda
  • Penggunaan ban (berisi angin) tidak diperkenankan 
  • Caster wheels harus mempunyai manual brake untuk lock wheels in place.
  • Biasanya menggunakan concrete floors atau hard surfaces untuk mempermudah moveability
contoh mobile scaffold:
  • Castor wheels (roda) harus mempunyai locking brake
  • Jumlah roda tidak dibatasi sesuai kebutuhan
  • Ladder access dapat ditambahkan
  • Plan, side and heel and toe bracing harus dipasang sebagai bagian dari scaffold

Thursday, 14 March 2013

Pengenalan Dan Penggunaan Papan Gipsum Atau Gypsum Board


Papan gipsum atau gypsum board merupakan material pelapis interior untuk dinding pembatas dan plafon gipsum, serta dapat diaplikasikan sebagai pelapis dinding bata. Saat ini, penggunaan papan gipsum untuk interior sudah semakin meluas, disebabkan oleh karakteristiknya yang tahan api dan finishing yang sangat baik, bobotnya pun ringan serta pengerjaan yang cepat dan kering. Papan gipsum pertama kali diperkenalkan pada tahun 1920-an, dan telah mengubah pandangan tentang konstruksi dinding interior. Gypsum board ini juga dikenal sebagai drywall/sheetrock atau papan gipsum/dinding gipsum.

Ada banyak keuntungan dari penggunaan gypsum board dibandingkan dengan dinding plester tradisional. Gypsum board atau papan gypsum biasa di gunakan untuk dinding ruangan dan partisi ruangan/(partisi gypsum), memiliki bentuk yang padat dan kering sehingga sangat memudahkan proses pemasangan atau konstruksinya. Tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk menunggu plester untuk kering. Dan konstruksi atau pengerjaan tidak tergantung cuaca. Keuntungan tersebut dapat memudahkan para perancang dalam membangun konstruksi ruangan dan partisi ruangan kantor atau rumah.



Adapun Manfaat lain dari penggunaan gypsum board:
  • Harga gypsum board/papan gypsum lebih murah dan tidak memerlukan pengerjaan yang rumit
  • Perawatan dan perbaikan gypsum lebih mudah
  • Memiliki berat yang jauh lebih ringan dari dinding plaster, tekanan pada struktur dinding konstruksi lebih ringan
  • Papan gypsum lebih terhadap tahan api

Bagaimana Gypsum Board/Papan Gypsum di Buat

Bahan baku untuk drywall adalah gypsum yang merupakan mineral abu-abu keputihan juga dikenal sebagai kalsium sulfat. Zat ini, ditambang dari tanah, berisi kristal air sekitar 20% hal ini yang memberikan papan gipsum lebih tahanan terhadap api.



Setelah ditambang, material gypsum dihancurkan dan dikeringkan, kemudian dilakukan proses calcination pada gypsum, pada proses ini mengurangi kandungan kristal air. Ini memakan waktu sekitar setengah jam. Langkah selanjutnya adalah menambahkan air dan bahan lainnya untuk membentuk Plaster Paris (Dinamai setelah deposit gypsum besar di Montmartre di Paris). Plester kemudian terjepit di antara dua lembar kertas diperlakukan khusus untuk membentuk papan dinding selesai.


Ukuran Dan Jenis Gypsum Board/Papan Gypsum

Papan gypsum tersedia dalam berbagai ukuran, tetapi yang paling umum adalah lembaran tebal 8 – 12 mm, dengan ukuran 1.2 m x 2.4 m. Namun ukuran papan gypsum bisa disesuaikan dengan kebutuhan.



Jenis Papan Gypsum
Gypsum board/Papan gypsum juga memiliki berbagai macam merek antara lain, gypsum jayaboard, gypsum elephant, gypsum knauf dan gypsum aplus, dengan jenis sebagai berikut:
  • Tipe X, memiliki ketahanan terhadap panas atau api.
  • Jenis Vapor Barrier, biasanya dilengkapi dengan foil untuk menahan kelembaban
  • Inti papan gypsum anti air, biasa digunakan di dapur dan kamar mandi
  • Papan gypsum Exteror , untuk digunakan di langit-langit eksterior, sofit dan atap


Cara Pemasangan Gypsum

Pemasangan gypsum merupakan salah satu pelengkap dekorasi rumah selain sebagai partisi, gypsum dapat digunakan untuk plafond. Pemasangan gypsum/plafond gypsum pada ruangan dapat memaksimalkan kesan yang kita inginkan, namun pemasangan gypsum sebaiknya harus dengan cara yang benar dan tepat atau menggunakan tenaga ahli agar pemasangan gypsum menghasilkan kesan yang rapih dan indah sesuai dengan yang kita harapkan.



Teknik Pemasangan gypsum ada beberapa cara yang didasarkan pada jenis rangka penopang plafond gypsumnya, plafond gypsum yang menggunakan rangka kayu harus diserut agar rata dan pemasangan plafond gypsum jadi rapih. Sementara pemasangan plafond gypsum dengan rangka hollow jauh lebih cepat karena umumnya memiliki permukaan yang lebih presisi. Dan tentu pemasangan plafond gypsum dengan rangka hollow tahan terhadap rayap dibandingkan dengan pemasangan plafond gypsum dengan rangka kayu.



Pemasangan plafond partisi gypsum lebih menguntungkan di bandingkan dengan penggunaan kayu triplex, penggunaan triplex sangat mudah robek dan rusak sehingga untuk perbaikannya harus dilakukan pergantian. Sedangkan pemasangan partisi plafond gypsum cukup tahan lama dan tidak terlihat sambungannya, kekurangan dari pemasangan partisi gypsum rentan terhadap rembesan air dan harus di hindari namun untuk perawatan seperti ini plafond partisi gypsum cukup mudah solusinya